Paper Penilaian Hutan                                                                                          Medan,   Oktober 2019

KARAKTERISTIK DAN MANFAAT LADA
 (Piper Albin Linn)
Dosen PenanggungJawab:
 Dr. Agus Purwoko S.Hut., M.Si

Disusun Oleh :
Martin Ricardo Simangunsong
171201204
Budidaya Hutan 5













PROGAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan ini dengan baik dan tepat waktu. Paper ini berjudul “Karakteristik dan Manfaat Ekonomi Lada (Piper Albin Linn)". Penulisan paper ini bertujuan untuk memberikan sumbangan pemikiran dan ilmu mengenai manfaat apa saja yang terdapat pada lada .
Penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing matakuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan Bapak Dr. Agus Purwoko S.Hut., M.Si atas arahan dan bimbingannya. Penulis menyadari bahwa paper ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang konstruktif sangat diharapkan demi kesempurnaan dan kemajuan bersama. Semoga paper ini dapat bermanfaat.
                                                                                                                       



Medan,    Oktober  2019

                                   Penulis


BAB I
PEBDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Lada atau biasa disebut juga Merica (Piper Albin Linn) merupakan tanaman yang kaya akan kandungan kimia, seperti minyak lada, minyak lemak dan juga pati.  Lada bersifat pahit, pedas, hangat, dan antipiretik.  Tanaman ini sudah mulai ditemukan dan dikenal sejak puluhan abad yang lalu.  Pada umumnya orang-orang hanya mengenal lada putih dan lada hitam yang mana sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur.  Tanaman ini merupakan salah satu diantara komoditas perdagangan dunia dan juga lebih dari 80% hasil lada Indonesia telah diekspor ke negara luar. Selain itu, lada mempunyai sebutan lain yakni The King of Spice (Raja Rempah-Rempah) yang mana kebutuhan lada di dunia tahun 2000 mencapai 280.000 ton.  Lada adalah salah satu tanaman yang berkembang biak dengan biji, tetapi banyak para petani lebih memilih melakukan penyetekkan untuk mengembangkannya.  Mereka memotong batangnya kira-kira dengan panjang 0,25-0,5 meter. 
            Batang tanaman lada tumbuh merambat pada suatu tiang, terkadang juga menjalar di permukaan tanah.  Panjang batang bisa mencapai 15 meter, tetapi dalam budi daya tanaman lada, biasanya batang akan dipotong dan hanya disisakan sekitar 275-300 cm.  Bentuk batang pada tanaman lada adalah beruas-ruas seperti tanaman tebu dan panjang ruas bukunya berkisar 4-7 cm, hal ini tergantung pada tingkat kesuburan.  Panjang ruas buku pada pangkal biasanya lebih pendek dibanding dengan ruas yang berada di pertengahan maupun ujung, sedang ukuran diameternya rata-rata berukuran 6-25 mm.  Akar yang dimiliki oleh tanaman lada adalah akar tunggang namun mirip dengan akar serabut.  Ukurannya kecil-kecil dan tidak panjang sebagaimana pada akar tunggang biasanya.  Sesuai dengan jenisnya, akar tanaman ini dibedakan menjadi dua, yakni akar lekat dan akar tanah.  Akar lekat adalah akar yang tumbuh pada setiap ruas buku yang berada di permukaan tanah dan mempunyai panjang rata-rata 2,5-3,5 cm.  Dalam satu ruas buku bisa tumbuh sebanyak 10-25 helai akar. Kemudian akar tanah adalah akar yang tumbuh pada batang tanaman lada yang berada di kedalam tanah.  Dari satu suku batang dapat tumbuh sekitar 10-20 helai akar. Tanaman ini mempunyai dua macam cabang, yakni cabang orthotrop dan cabang pang plagiatrop.  Adapun cabang orthotrop adalah cabang yang tumbuh dari ketiak daun pada buku batang baik yang berada di permukaan maupun di dalam tanah.  Selanjutnya, cabang pang plagiatrop merupakan cabang yang tumbuh dari buku dahan.
            Biasanya cabang ini akan tumbuh setelah tanaman lada berbuah sebanyak dua kali.  Jika semakin banyak buku dahan yang ditumbuhi olehnya, maka semakin banyak buah yang akan dihasilkan.  Ukuran panjang dahan tanaman lada berkisar antara 35-65 cm. Dahannya tumbuh secara vertikal, tetapi akan berubah jadi horizontal ketika buahnya sudah mulai tua dan masak.  Hal ini menyebabkan dahan tanaman ini menggantung karena dipengaruhi oleh bobot buah yang tumbuh di dahan tersebut.  Dahan harus dijaga agar tumbuh normal karena mempunyai fungsi utama, yakni sebagai media pertumbuhan bunga dan buah.  Daun tanaman lada berbentuk bulat telur, tetapi ujungnya meruncing.  Pada belahan atas, daun berwarna hijau tua mengkilat, sedang yang bawah berwarna hijau pucat. Panjangnya bisa mencapai 12-18 cm dengan ukuran lebar 5–10 cm. Daun akan berukuran lebih panjang jika berada pada batang bagian atas, begitu sebaliknya. Biasanya kuncup daun lada terbungkus oleh kelopak (sisik), jika dia mengembang, maka berjatuhanlah kelopak tersebut. Selain itu, daun tanaman ini sifatnya kenyal dan bertangkaiDi Indonesia, terdapat sekitar 40 jenis lada.  Meskipun begitu, jenis varietas lada yang banyak ditanam tergantung kepada daerahnya.  Di Lampung misalnya, jenis yang  banyak ditanam adalah Belantung dan Kerinci.  Di Bangka jenis yang banyak ditanam adalah “Lampung Daun Kecil” (LDK) dan “Lampung Daun Lebar” (LDL), Merapin, Chunuk dan Jambi. Di Kalimantan, jenis lada yang banyak ditanam adalah varietas Bengkayang.  Di Provinsi Jawa Barat, jenis yang banyak ditanam adalah varietas LDK dan LDL.  Dalam setiap jenis varietas mempunyai keunggulan dan kelemahan dalam ketahanan hama dan penyakit pada tanaman  lada, sehingga para petani dapat memilih jenis varietas lada mana yang cocok untuk dikembangkan.
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom                : Plantae
Divisi                     : Magnoliophyta
Kelas                      : Magnoliopsida
Ordo                      : Piperales
Famili                     : Piperaceae
Genus                     : Piper
Spesies                   :  Piper Albin Linn
                                 
                           

                                          
            
Tanaman lada dapat diperbanyak secara generatif dengan biji, dan vegetatif dengan stek. Perbanyakan menggunakan stek lebih praktis, efisien dan bibit yang dihasilkan sama dengan sifat induknya.  Stek tanaman lada dapat diambil dari sulur panjat, sulur gantung, sulur tanah dan sulur buah (cabang buah).  Pada umur 3 tahun, tanaman sudah dapat dipanen dan pertumbuhannya mencapai ujung tiang penegak  dengan  ketinggian 3,5  cm. Selanjutnya hasilnya  mulai  bertambah sampai  tanaman  berumur 8  tahun,  kemudian mulai  menurun.  Kalau tanaman  dipelihara  baik, tanaman  masih  dapat berproduksi sampai 15 tahun  atau lebih.  Berdasarkan tujuannya,  ada  dua macam  pemanenan  buah lada yaitu lada  hitam dan  lada  putih.  Lada hitam dan lada putih sebenarnya tumbuh dari tanaman yang sama.  Namun, keduanya memiliki cara pengolahan yang berbeda sehingga menghasilkan warna, tekstur, dan rasa berbeda yang memiliki khas masing-masing.  Lada hitam adalah  lada  yang dikeringkan  bersama  kulitnya (tanpa  pengupasan), sedangkan lada  putih  adalah lada  yang  dikeringkan setelah  melalui  proses perendaman  dan  pengupasan.
 1.2 Rumusan Masalah
        Berdasrakan latar belakang diatas, beberapa masalah yang harus dibahas dalam makalah ini ialah sebagai berikut :
1.  Kandungan lada?
2.  Apa saja manfaat lada bagi kesehatan?
3.  Potensi dan prospek pasar ekspor lada?
      4.  Permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan?
      5.  Apa tindakan lanjut serta regulasi yang di upayakan?

1.3 Tujuan Penulisan
         Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Kepentingan akademis, dapat memberikan tambahan informasi yang berkaitan dengan ilmu perdagangan internasional dan ekonomi pertanian.
2. Memberikan pengetahuan pada masyarakat serta pembaca tentang seberapa besar potensi bisnis ekspor lada.
3. Disamping itu pula paper ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah penilaian hutan.




BAB II
ISI

2.1 Kandung Lada
                               Rasa pedas  lada  diakibatkan oleh  adanya  zat piperin,  piperanin,  dan chavicin  yang   merupakan   persenyawaan   dari  piperin   dengan   semacam alkaloid.  Chavicin banyak  terdapat  dalam daging  biji  lada (mesocarp) dan tidak akan  hilang walaupun  biji yang masih  berdaging dijemur hingga lebih pedas dibanding lada putih. Aroma  biji  berasal dari  minyak  atsiri yang  terdiri  dari beberapa  jenisminyak  terpen (terpentin)  lada  hitam dan  lada  putih dengan  senyawa  kimiakadar air,  zat  protein, zat  karbohidrat, minyak  atsiri dan  piperin  (alkaloid). Piperin  termasuk golongan  alkaloid  yang merupakan  senyawa  amidabasa lemah yang dapat membentuk garam dan asam mineral kuat. Tumbuhan yang   termasuk    jenis    piper   selain    mengandung 5–9% piperin juga mengandung minyak atsiri berwarna kuning berbau aromatis senyawa berasa pedas (kavisin), amilum, resin,  dan  protein. Piperin  berupa kristal berbentuk 8 jarum berwarna kuning, tidak  berbau,tidak  berasa lama-lama pedas. Piperinbila  dihidrolisis dengan   KOH   akan menghasilkan  kalium  piperinat  dan piperidin. Saat ni produk utama dari lada yaitu lada tu sendiri yang  memiliki beberapa  kegunaan  di antaranya  yaitu  untuk kesehatan,  untuk obat-obat  tradisional  maupun modern,  khasiatnya  sebagai stimulan pengeluaran keringat (diaphoretik), pengeluaran angin (carminativ), peluruhan  air kencing  (diuretik),  peningkatan nafsu  makan,  peningkatan aktivitas kelenjar-kelenjar pencernaan, dan percepatan pencernaan zat lemak. Selain itu  biji lada pun  dapat dipakaiuntuk ramuan  obat reumatik. Lada juga dimanfaatkan sebagai pestisida nabati, pada lada mengandung zat racun, oleh karena itu, lada dapat digunakan sebagai insektisida pembunuh  serangga. Ekstrak kasar lada hitam juga sangat toksik terhadap hama kapas.

                               

2.2 Apa saja manfaat lada bagi kesehatan
Berikut ini manfaat lada bagi kesehatan
1.  Membantu sistem pernapasan
Ketika seseorang mengalami flu, pilek maka saluran pernapasan mereka akan tersumbat oleh selaput lendir. Kandungan ekspektoran yang terdapat pada lada akan membantu memecahkan lendir dan dahak pada saluran pernapasan. maka ketika kamu mengalami pilek dan susah bernapas, kamu dapat mengonsumsi sup hangat yang di tambahkan lada secukupnya.

2Menurunkan berat badan

Ternyata makanan pedas dapat menurunkan berat badan secara alami. Bagian lapisan luar dari lada dapat membantu proses pemecahan sel-sel lemak. Ketika sel-sel lemak terpecah, mereka akan dengan mudah diproses oleh tubuh untuk kemudian disalurkan kebagian-bagian tubuh yang lain. Hal ini akan membuat reaksi enzimatik tubuh  menjadi lebih sehat.

3.   Menurunkan depresi

            Minyak esensial yang terkandung dalam lada ternyata dapat menurunkan rasa cemas dan khawatir berlebihan. Kandungan  piperin  dalam lada yang dapat berperan sebagai antidepresan yang kuat untuk membantu mengobati depresi dan dikenal untuk meningkatkan kemampuan kognitif. 

4. Menurunkan demam

Dalam lada juga terkandung  minyak atsiri yang merupakan agen antiseptik dan diuretik yang dapat difungsikan untuk obat penurun panas, mengurangi demam, dan menjaga suhu  tubuh agar tetap normal. Caranya dengan menambahkan 1 tetes minyak lada pada kain basah yang digunakan untuk kopres. Ini akan membuka pori-pori keringat dan mengurangi suhu tubuh secara perlahan.

5. Mencegah penuaan dini

            Agen antioksidan yang terdapat pada lada dapat menetralisir senyawa  berbahaya dalam tubuh serta melindungi sistem kekebalan tubuh dari berbagai kondisi, bahkan terjadinya penuaan dini yang ditandai dengan keriput, bintik-bintik penuaan, degenerasi makula, dan kehilangan memori. itulah 5 khasiat lada bagi kesehatan, jadi jangan lupa untuk menambahkan lada dalam masakan. Tapi ingat sesuatu yang berlebihan juga dapat menjadi hal yang tidak baik, terkhususnya untuk kamu yang memiliki sakit maag. Gunakan lada secukupnya agar manfaatnya tidak berubah menjadi ancaman.
 2.3  Potensi dan prospek pasar ekspor lada
            Lada merupakan salah satu komoditas unggulan sub sektor perkebunan Indonesia yang telah dikenal di seluruh dunia.  Perkembangan luas areal lada mengalami penurunan terutama dalam lima tahun terakhir, tetapi produksinya justru meningkat sehingga produktivitas lada juga meningkat. Sementara itu perkembangan konsumsi lada per kapita juga cenderung meningkat yang disertai dengan peningkatan harga lada di pasar domestik maupun di pasar dunia.  Produksi lada nasional sebagian besar digunakan untuk keperluan ekspor. Dalam perdagangan internasional, volume ekspor lada Indonesia cenderung menurun karena kalah bersaing dengan lada dari Vietnam. Sebaliknya, volume impor lada, meskipun jauh lebih kecil daripada volume ekspor, tetapi meningkat pesat. Neraca perdagangan lada Indonesia hingga tahun 2016 masih berada pada posisi surplus.
            Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan ekspor lada Indonesia terus meningkat, seiring dengan penurunan volume impor. Hal ini sejalan dengan program Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mencanangkan Rempah Indonesia Berjaya di Dunia. Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan menyatakan, bahwa produksi lada nasional pada 2016 mencapai 82,17 ribu ton. Besarnya produksi ini naik 0,82 persen dari produksi 2015 yang sebesar 81,50 ribu ton.  Selain itu, devisa yang dihasilkan dari ekspor lada pada 2016 mencapai US$ 431,14 juta. Sementara, produksi lada pada 2017 diperkirakan naik 0,97 persen, yaitu 82,96 ribu ton. Melihat peningkatan tersebut, Kementan optimistis produk rempah-rempah Indonesia bisa berjaya di dunia
2.4  Permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan
            Menurut Yusmichad, dkk. (2003), secara umum permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan perkebunan antara lain: (1) Sebagian besar produsen perkebunan adalah perkebunan rakyat yang dikelola secara swadaya murni, kecuali teh. Oleh karena itu pertumbuhan produktivitas kebun jadi lambat, terutama pada perkebunan rakyat.  Adapun hal ini disebabkan oleh teknologi yang diterapkan masih tradisional dan banyak tanaman sudah berumur tua dan rusak. Kualitas teknologi yang diterapkan petani mengalami kemunduran sejak krisis, karena mahalnya harga pupuk dan ketiadaan modal. Ketiadaan modal menyebabkan kegiatan peremajaan tanaman tua semakin sulit, yang menyebabkan produktivitas kebun makin rendah, (2) Kualitas hasil masih rendah karena sebagian besar produk yang dihasilkan adalah produk primer dan bagi petani tidak ada insentif harga untuk perbaikan mutu hasil, (3) Harga di tingkat petani umumnya rendah karena kurang efisiennya sistem pemasaran hasil, rendahnya mutu hasil dan terikatnya petani pada tengkulak pelepas uang (rentenir), (4) Maraknya penyerobotan tanah dan produksi perkebunan milik perkebunan besar (PBN dan PBS) oleh penduduk di sekitar kebun yang mengaku bahwa kebun itu adalah miliknya yang prosedur pembebasannya tidak adil. Hal ini dapat mengganggu kegiatan usaha perkebunan besar yang sudah ada dan mengambat masuknya investor baru  dan (5) Sistem kelembagaan ekonomi petani masih sangat lemah baik dalam kegiatan pengadaan input, usahatani, pengolahan maupu pemasaran hasil.
2.5  Apa tindakan lanjut serta regulasi yang di upayakan
            Mempertimbangkan kondisi tersebut dan dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan pengembangan lada, upaya yang dapat dilakukan yaitu: (1) rehabilitasi, (2) perluasan tanaman lada dan (3) pengembangan sistem perbenihan lada melalui penciptaan varietas baru unggul (VUB) yang memiliki tingkat produktivitas tinggi.  Upaya ini sangat positif dan pada umumnya akan memberikan dampak yang mampu menggairahkan masyarakat petani. Hal ini sesuai dengan visi pembangunan perkebunan 2014-2019 yaitu terwujudnya peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman perkebunan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkebunan.  Untuk itu Badan Litbang Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan mulai tahun 2017-2018 melakukan program pengembangan perbenihan tanaman perkebunan mulai dari benih sumber hingga benih sebar. 
            Mutu lada Indonesia dikenal memiliki kualitas/mutu tinggi dibandingkan negara produsen lainnya. Keunggulan ini patut dipromosikan di dalam dan luar negeri, serta dipertahankan melalui teknik penanaman dan pengolahan lada yang sesuai praktik pertanian yang baik. Tidak hanya itu, langkah strategis ini juga perlu diperkuat dengan inovasi dan pemasaran di sektor hulu dan hilir.  Selain aspek teknis hal yang sangat penting dalam peningkatan daya saing lada adalah perlunya kebijakan/strategi penguatan sistem agribisnis untuk peningkatan kesejahteraan petani dengan menempuh cara: (1) mengembangkan lada melalui perluasan areal pada lahan yang sesuai dengan menggunakan teknologi rekomendasi, (2) mempertinggi daya saing lada melalui peningkatan produktivitas, mutu hasil, dan diversifikasi produk dan (3) meningkatkan peran kelembagaan mulai dari kelembagaan di tingkat petani sampai kelembagaan pemasaran hasil yang berpihak kepada petani.




BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1. Tanaman lada ( Piper Albin L) merupakan rempah-rempah yang terpenting dan tertua di dunia. Tumbuhan lada adalah tumbuhan merambat dan memiliki daun tunggal berbentuk bulat telur berwarna hijau pucat dan buram dengan ujung runcing yang tersebar dengan batang yang berbuku-buku. Bunga lada tersusun dalam bentuk bunga majemuk dan berkelamin tunggal tanpa memiliki hiasan bunga. Sedangkan buah lada berbentuk bulat dengan biji yang keras namun memiliki kulit buah yang lunak.
2. Jenis-jenis lada adalah lada hitam, lada putih, lada hijau, dan lada merah. Namun, yang popular atau yang terkenal sampai kepasar internasional adalah jenis lada putih dan lada hitam.
3. Manfaat lada sangat banyak. Manfaat utama lada sebagai rempah-rempah yang popular di masyarakat karena memiliki aroma yang khas dan tajam.Selain itu, di gunakan sebagai bahan obat-obatan, minuman penghangat tubuh, dan juga di gunkan dalam bidang kosmetik sebagai bahan pembuatan parfum.
4. Indonesia pernah menjadi pengekspor lada terbesar di dunia. Namun, padatahun 2005 di geser oleh vietaam. Hal tersebut di karenakan produktifitasdalam negri yang menurun. Maka dari itu pemerintah sangat menganjurkan para petani lada untuk mengingkatkan kualitas serta kuantitas hasil produksinya.



                                                              DAFTAR PUSTAKA
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Lada.ISBN: 978-979-1415-37-8.
Dhalimi, A., M. Syakir, dan A. Wahyudi. 1996. Pola tanam lada. Monograf    TanamanLada. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor. hlm. 76-79.
Mahmud, Z., S. Kemala, S. Damanik, dan Y. Ferry. 2003. Profil komoditas lada.Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor
Rukmana, Rahmat (2003).Tanaman Perkebunan: Usaha Tani Lada Perdu. Yogyakarta:Penerbit Kanisius. Hal 7
Susilowati,  S.H.   Supriyati   dan  Sumedi.   2002.   Review   dan  Outlook   Komoditas   Perkebunan. Puslitbang  Sosial  Ekonomi Pertanian.  Badan  Litbang Pertanian.  Bogor.






Komentar

  1. Sangat bermanfaat, terima kasih atas infonya

    BalasHapus
  2. Bermanfaat banget, baru tahu saya manfaat lada selain bumbu masak, thx ya infonya

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas blogger yang admin buat sangat informatif dan mengedukasikan buat para reeder yang ingin mengetahui manfaat dari lada .

    BalasHapus
  4. Ternyata lada banyak manfaatnya ya, apalagi untuk kesehatan
    Terimakasih untuk infonya, sangat membantu

    BalasHapus
  5. Sukses terus tulang
    Semoga blong nya bermanfaat

    BalasHapus
  6. Terima kasih gan,
    Sukses terus ,sangat bermanfaat blog nya.

    BalasHapus
  7. Uwa ne piro cuk, mantap aja lah yaa

    BalasHapus
  8. Bermanfaat tulisan nya. Bisa juga dibudidayakan untuk potensi meningkatkan perekonomian. Pendalaman kajian untuk potensi lain kami tunggu bacaan selanjutnya. Gracias 👌

    BalasHapus
  9. informasi sangat bermanfaat. untuk kedepannya tulisannya lebih di tingkatkan dan sumber referensinya kalau bisa di perbanyak dan hindari plagiasi. terima kasih.

    BalasHapus
  10. Sangat bermanfaat sekali informasi yang bapak berikan

    BalasHapus
  11. Mantap le, semoga blog nya bermanfaat bagi semua orang

    BalasHapus
  12. Ini blog mas martin dari kehutanan itu kan??? Wahh bagus sekali mas

    BalasHapus
  13. Sangat bermanfaat boss
    Tapi tampilan blog nya kurang menarik
    Terima kasih

    BalasHapus
  14. Sangat membantu,diperbanyak lagi isi blognya yah

    BalasHapus
  15. Terimakasih atas informasinya gan. Saya jadi terinspirasi untuk menjadi toke lada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari aku pun modalnya gan, kapan kita jalan kan usaha itu??

      Hapus
  16. Wah nambah pengetahuan nih dan juga Tulisannya sangat menginspirasi makasih

    BalasHapus
  17. Sangat bermanfaat + menginspirasi

    BalasHapus
  18. Terimakasih atas tulisannya, sangat membantu dan keren

    BalasHapus
  19. Sangat bermanfaat. Thx infonya gan :)

    BalasHapus
  20. Betul semua ini isinya gan? Saya tidak yakin

    BalasHapus
  21. Ditunggu tulisan selanjutnya yang lebih mengedukasi..👍

    BalasHapus
  22. Setelah saya baca lagi , sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah anda 2 kali komen yg terlalu mengkritisi akhir nya komen anda yg ke 3 kalinya ini membuat saya bahagia.

      Hapus

Posting Komentar