KARAKTERISTIK DAN MANFAAT LADA
(Piper Albin Linn)
Dosen PenanggungJawab:
Dr. Agus Purwoko S.Hut., M.Si
Dr. Agus Purwoko S.Hut., M.Si
Disusun Oleh :
Martin Ricardo Simangunsong
Martin Ricardo Simangunsong
171201204
Budidaya
Hutan 5
PROGAM STUDI
KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan ini
dengan baik dan tepat waktu.
Paper
ini berjudul “Karakteristik dan Manfaat Ekonomi Lada (Piper Albin Linn)". Penulisan paper ini
bertujuan
untuk
memberikan
sumbangan
pemikiran
dan
ilmu
mengenai
manfaat
apa
saja yang terdapat
pada
lada
.
Penulis
mengucapkan terimakasih kepada dosen
pembimbing
matakuliah
Ekonomi
Sumberdaya
Hutan
Bapak Dr. Agus
Purwoko
S.Hut., M.Si atas arahan dan bimbingannya. Penulis menyadari bahwa paper ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang konstruktif sangat diharapkan demi kesempurnaan dan kemajuan bersama. Semoga paper ini dapat bermanfaat.
Medan, Oktober 2019
Penulis
BAB I
PEBDAHULUAN
PEBDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Lada atau biasa disebut juga Merica (Piper Albin Linn) merupakan tanaman yang kaya akan kandungan kimia,
seperti minyak lada, minyak lemak dan juga pati. Lada bersifat pahit, pedas, hangat, dan antipiretik. Tanaman ini
sudah mulai ditemukan dan dikenal sejak puluhan abad yang lalu. Pada
umumnya orang-orang hanya mengenal lada putih dan lada hitam yang mana sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Tanaman
ini merupakan salah satu diantara komoditas perdagangan dunia dan juga lebih dari 80% hasil lada Indonesia
telah diekspor ke negara luar. Selain itu, lada mempunyai sebutan lain yakni The King of Spice (Raja Rempah-Rempah) yang mana kebutuhan lada di
dunia tahun 2000 mencapai 280.000 ton.
Lada adalah salah satu tanaman yang berkembang biak dengan biji, tetapi banyak para petani lebih memilih melakukan penyetekkan untuk
mengembangkannya. Mereka memotong
batangnya kira-kira dengan panjang 0,25-0,5 meter.
Batang tanaman lada tumbuh merambat pada
suatu tiang, terkadang juga menjalar di
permukaan tanah. Panjang batang bisa
mencapai 15 meter, tetapi dalam budi daya tanaman lada, biasanya
batang akan dipotong dan hanya disisakan sekitar 275-300 cm. Bentuk batang pada tanaman lada adalah
beruas-ruas seperti tanaman tebu dan panjang ruas bukunya berkisar
4-7 cm, hal ini tergantung pada tingkat kesuburan. Panjang ruas buku pada pangkal biasanya lebih pendek dibanding dengan ruas
yang berada di pertengahan maupun ujung, sedang ukuran diameternya rata-rata berukuran 6-25 mm. Akar yang dimiliki oleh tanaman lada adalah akar tunggang namun mirip dengan akar serabut. Ukurannya
kecil-kecil dan tidak panjang sebagaimana pada akar tunggang biasanya. Sesuai dengan jenisnya, akar tanaman ini
dibedakan menjadi dua, yakni akar lekat dan akar tanah. Akar lekat adalah
akar yang tumbuh pada setiap ruas buku yang berada di permukaan tanah dan
mempunyai panjang rata-rata 2,5-3,5 cm.
Dalam satu ruas buku bisa tumbuh sebanyak 10-25 helai akar.
Kemudian akar tanah adalah
akar yang tumbuh pada batang tanaman lada yang berada di kedalam tanah. Dari satu suku batang dapat tumbuh sekitar
10-20 helai akar. Tanaman ini mempunyai dua macam cabang,
yakni cabang orthotrop dan cabang pang plagiatrop. Adapun cabang orthotrop adalah cabang yang
tumbuh dari ketiak daun pada buku batang baik yang berada di permukaan maupun
di dalam tanah. Selanjutnya, cabang pang plagiatrop
merupakan cabang yang tumbuh dari buku dahan.
Biasanya
cabang ini akan tumbuh setelah tanaman lada berbuah sebanyak dua kali. Jika semakin banyak buku dahan yang ditumbuhi
olehnya, maka semakin banyak buah yang akan dihasilkan. Ukuran panjang dahan tanaman lada berkisar antara 35-65 cm.
Dahannya tumbuh secara vertikal, tetapi akan berubah
jadi horizontal ketika
buahnya sudah mulai tua dan masak. Hal ini menyebabkan dahan tanaman ini
menggantung karena dipengaruhi oleh bobot buah yang tumbuh di
dahan tersebut. Dahan harus dijaga agar
tumbuh normal karena mempunyai fungsi utama, yakni sebagai media pertumbuhan bunga dan buah. Daun tanaman lada berbentuk bulat telur, tetapi ujungnya
meruncing. Pada belahan atas, daun
berwarna hijau tua mengkilat, sedang yang bawah berwarna hijau pucat. Panjangnya
bisa mencapai 12-18 cm dengan ukuran lebar 5–10 cm. Daun
akan berukuran lebih panjang jika berada pada batang bagian atas, begitu
sebaliknya. Biasanya kuncup daun lada terbungkus oleh kelopak (sisik), jika dia
mengembang, maka berjatuhanlah kelopak tersebut. Selain itu, daun tanaman ini
sifatnya kenyal dan bertangkai.
Di Indonesia, terdapat sekitar 40 jenis
lada. Meskipun begitu, jenis varietas
lada yang banyak ditanam tergantung kepada daerahnya. Di Lampung misalnya, jenis yang banyak
ditanam adalah Belantung dan Kerinci. Di
Bangka jenis yang banyak ditanam adalah “Lampung Daun Kecil” (LDK) dan “Lampung
Daun Lebar” (LDL), Merapin, Chunuk dan Jambi. Di Kalimantan, jenis lada yang
banyak ditanam adalah varietas Bengkayang.
Di Provinsi Jawa Barat, jenis yang banyak ditanam adalah varietas LDK
dan LDL. Dalam setiap jenis varietas
mempunyai keunggulan dan kelemahan dalam ketahanan hama dan penyakit pada
tanaman lada, sehingga para petani dapat
memilih jenis varietas lada mana yang cocok untuk dikembangkan.
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Plantae
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper Albin Linn
Tanaman lada dapat diperbanyak secara
generatif dengan biji, dan vegetatif dengan stek. Perbanyakan menggunakan stek
lebih praktis, efisien dan bibit yang dihasilkan sama dengan sifat
induknya. Stek tanaman lada dapat
diambil dari sulur panjat, sulur gantung, sulur tanah dan sulur buah (cabang
buah). Pada umur 3 tahun, tanaman sudah
dapat dipanen dan pertumbuhannya mencapai ujung tiang penegak
dengan ketinggian 3,5 cm. Selanjutnya hasilnya mulai
bertambah sampai tanaman berumur 8 tahun, kemudian
mulai menurun. Kalau tanaman
dipelihara baik, tanaman masih dapat berproduksi sampai 15
tahun atau lebih. Berdasarkan
tujuannya, ada dua macam pemanenan buah lada yaitu
lada hitam dan lada putih.
Lada hitam dan lada putih sebenarnya tumbuh dari tanaman yang sama. Namun, keduanya memiliki cara pengolahan yang
berbeda sehingga menghasilkan warna, tekstur, dan rasa berbeda yang memiliki
khas masing-masing. Lada hitam
adalah lada yang dikeringkan bersama kulitnya
(tanpa pengupasan), sedangkan lada putih adalah lada
yang dikeringkan setelah melalui proses perendaman
dan pengupasan.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasrakan latar
belakang diatas, beberapa masalah yang harus dibahas dalam makalah ini ialah sebagai
berikut :
1. Kandungan
lada?
2. Apa saja
manfaat lada bagi kesehatan?
3. Potensi
dan prospek pasar ekspor lada?
4. Permasalahan dan
tantangan yang dihadapi dalam pengembangan?
5. Apa tindakan lanjut serta regulasi yang di
upayakan?
1.3
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan
dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Kepentingan akademis, dapat memberikan tambahan
informasi yang berkaitan dengan ilmu
perdagangan internasional dan ekonomi pertanian.
2. Memberikan pengetahuan pada masyarakat serta pembaca
tentang seberapa besar
potensi bisnis ekspor lada.
3.
Disamping itu pula paper ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah penilaian
hutan.
BAB
II
ISI
ISI
2.1
Kandung Lada
Rasa
pedas lada diakibatkan oleh adanya zat piperin,
piperanin, dan chavicin yang merupakan persenyawaan
dari piperin dengan semacam alkaloid. Chavicin
banyak terdapat dalam daging biji lada (mesocarp) dan
tidak akan hilang walaupun biji yang masih berdaging dijemur
hingga lebih pedas dibanding lada putih. Aroma biji berasal
dari minyak atsiri yang terdiri dari beberapa
jenisminyak terpen (terpentin) lada hitam dan
lada putih dengan senyawa kimiakadar air, zat
protein, zat karbohidrat, minyak atsiri dan piperin
(alkaloid). Piperin termasuk golongan alkaloid yang
merupakan senyawa amidabasa lemah yang dapat membentuk garam dan
asam mineral kuat. Tumbuhan yang termasuk jenis
piper selain mengandung 5–9% piperin juga
mengandung minyak atsiri berwarna kuning berbau aromatis senyawa berasa pedas
(kavisin), amilum, resin, dan protein. Piperin berupa kristal
berbentuk 8 jarum berwarna kuning, tidak berbau,tidak berasa
lama-lama pedas. Piperinbila dihidrolisis dengan KOH akan
menghasilkan kalium piperinat dan piperidin. Saat ni produk
utama dari lada yaitu lada tu sendiri yang memiliki beberapa
kegunaan di antaranya yaitu untuk kesehatan, untuk
obat-obat tradisional maupun modern, khasiatnya sebagai
stimulan pengeluaran keringat (diaphoretik), pengeluaran angin (carminativ),
peluruhan air kencing (diuretik), peningkatan nafsu
makan, peningkatan aktivitas kelenjar-kelenjar pencernaan, dan percepatan
pencernaan zat lemak. Selain itu biji lada pun dapat dipakaiuntuk
ramuan obat reumatik. Lada juga dimanfaatkan sebagai pestisida nabati,
pada lada mengandung zat racun, oleh karena itu, lada dapat digunakan sebagai
insektisida pembunuh serangga. Ekstrak kasar lada hitam juga sangat
toksik terhadap hama kapas.
2.2
Apa saja manfaat lada bagi kesehatan
Berikut
ini manfaat lada bagi kesehatan
1. Membantu sistem pernapasan
Ketika
seseorang mengalami flu, pilek maka saluran pernapasan mereka akan tersumbat
oleh selaput lendir. Kandungan ekspektoran yang terdapat pada lada akan
membantu memecahkan lendir dan dahak pada saluran pernapasan. maka ketika kamu
mengalami pilek dan susah bernapas, kamu dapat mengonsumsi sup hangat yang di
tambahkan lada secukupnya.
2. Menurunkan berat badan
Ternyata makanan pedas dapat menurunkan berat badan
secara alami. Bagian lapisan luar dari lada dapat membantu proses pemecahan
sel-sel lemak. Ketika sel-sel lemak terpecah, mereka akan dengan mudah diproses
oleh tubuh untuk kemudian disalurkan kebagian-bagian tubuh yang lain. Hal ini
akan membuat reaksi enzimatik tubuh menjadi lebih sehat.
3. Menurunkan depresi
Minyak esensial yang terkandung dalam lada ternyata
dapat menurunkan rasa cemas dan khawatir berlebihan. Kandungan
piperin dalam lada yang dapat berperan sebagai antidepresan yang
kuat untuk membantu mengobati depresi dan dikenal untuk meningkatkan kemampuan
kognitif.
4. Menurunkan demam
Dalam lada juga terkandung minyak atsiri yang
merupakan agen antiseptik dan diuretik yang dapat difungsikan untuk obat
penurun panas, mengurangi demam, dan menjaga suhu tubuh agar tetap
normal. Caranya dengan menambahkan 1 tetes minyak lada pada kain basah yang
digunakan untuk kopres. Ini akan membuka pori-pori keringat dan mengurangi suhu
tubuh secara perlahan.
5. Mencegah penuaan
dini
Agen
antioksidan yang terdapat pada lada dapat menetralisir senyawa berbahaya
dalam tubuh serta melindungi sistem kekebalan tubuh dari berbagai kondisi,
bahkan terjadinya penuaan dini yang ditandai dengan keriput, bintik-bintik
penuaan, degenerasi makula, dan kehilangan memori. itulah 5 khasiat lada bagi
kesehatan, jadi jangan lupa untuk menambahkan lada dalam masakan. Tapi ingat
sesuatu yang berlebihan juga dapat menjadi hal yang tidak baik, terkhususnya
untuk kamu yang memiliki sakit maag. Gunakan lada secukupnya agar manfaatnya
tidak berubah menjadi ancaman.
2.3 Potensi dan prospek pasar ekspor lada
Lada merupakan salah satu komoditas
unggulan sub sektor perkebunan Indonesia yang telah dikenal di seluruh
dunia. Perkembangan luas areal lada
mengalami penurunan terutama dalam lima tahun terakhir, tetapi produksinya
justru meningkat sehingga produktivitas lada juga meningkat. Sementara itu
perkembangan konsumsi lada per kapita juga cenderung meningkat yang disertai
dengan peningkatan harga lada di pasar domestik maupun di pasar dunia.
Produksi lada nasional sebagian besar digunakan untuk keperluan ekspor.
Dalam perdagangan internasional, volume ekspor lada Indonesia cenderung menurun
karena kalah bersaing dengan lada dari Vietnam. Sebaliknya, volume impor lada,
meskipun jauh lebih kecil daripada volume ekspor, tetapi meningkat pesat.
Neraca perdagangan lada Indonesia hingga tahun 2016 masih berada pada posisi
surplus.
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan ekspor lada
Indonesia terus meningkat, seiring dengan penurunan volume impor. Hal ini
sejalan dengan program Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mencanangkan
Rempah Indonesia Berjaya di Dunia. Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi
Kementan menyatakan, bahwa produksi lada nasional pada 2016 mencapai 82,17 ribu
ton. Besarnya produksi ini naik 0,82 persen dari produksi 2015 yang sebesar
81,50 ribu ton. Selain itu, devisa yang
dihasilkan dari ekspor lada pada 2016 mencapai US$ 431,14 juta. Sementara,
produksi lada pada 2017 diperkirakan naik 0,97 persen, yaitu 82,96 ribu ton.
Melihat peningkatan tersebut, Kementan optimistis produk rempah-rempah
Indonesia bisa berjaya di dunia
2.4 Permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam
pengembangan
Menurut
Yusmichad, dkk. (2003), secara umum permasalahan yang dihadapi dalam
pengembangan perkebunan antara lain: (1) Sebagian besar produsen perkebunan
adalah perkebunan rakyat yang dikelola secara swadaya murni, kecuali teh. Oleh
karena itu pertumbuhan produktivitas kebun jadi lambat, terutama pada
perkebunan rakyat. Adapun hal ini
disebabkan oleh teknologi yang diterapkan masih tradisional dan banyak tanaman
sudah berumur tua dan rusak. Kualitas teknologi yang diterapkan petani mengalami
kemunduran sejak krisis, karena mahalnya harga pupuk dan ketiadaan modal.
Ketiadaan modal menyebabkan kegiatan peremajaan tanaman tua semakin sulit, yang
menyebabkan produktivitas kebun makin rendah, (2) Kualitas hasil masih rendah
karena sebagian besar produk yang dihasilkan adalah produk primer dan bagi
petani tidak ada insentif harga untuk perbaikan mutu hasil, (3) Harga di
tingkat petani umumnya rendah karena kurang efisiennya sistem pemasaran hasil,
rendahnya mutu hasil dan terikatnya petani pada tengkulak pelepas uang
(rentenir), (4) Maraknya penyerobotan tanah dan produksi perkebunan milik
perkebunan besar (PBN dan PBS) oleh penduduk di sekitar kebun yang mengaku bahwa
kebun itu adalah miliknya yang prosedur pembebasannya tidak adil. Hal ini dapat
mengganggu kegiatan usaha perkebunan besar yang sudah ada dan mengambat
masuknya investor baru dan (5) Sistem kelembagaan ekonomi petani masih
sangat lemah baik dalam kegiatan pengadaan input, usahatani, pengolahan maupu
pemasaran hasil.
2.5 Apa tindakan lanjut serta regulasi yang di
upayakan
Mempertimbangkan
kondisi tersebut dan dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan pengembangan
lada, upaya yang dapat dilakukan yaitu: (1) rehabilitasi, (2) perluasan tanaman
lada dan (3) pengembangan sistem perbenihan lada melalui penciptaan varietas
baru unggul (VUB) yang memiliki tingkat produktivitas tinggi. Upaya ini sangat positif dan pada umumnya
akan memberikan dampak yang mampu menggairahkan masyarakat petani. Hal ini
sesuai dengan visi pembangunan perkebunan 2014-2019 yaitu terwujudnya
peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman perkebunan berkelanjutan
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkebunan. Untuk itu Badan Litbang Pertanian melalui
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan mulai tahun 2017-2018 melakukan
program pengembangan perbenihan tanaman perkebunan mulai dari benih sumber
hingga benih sebar.
Mutu lada Indonesia dikenal memiliki kualitas/mutu tinggi
dibandingkan negara produsen lainnya. Keunggulan ini patut dipromosikan di
dalam dan luar negeri, serta dipertahankan melalui teknik penanaman dan
pengolahan lada yang sesuai praktik pertanian yang baik. Tidak hanya itu,
langkah strategis ini juga perlu diperkuat dengan inovasi dan pemasaran di
sektor hulu dan hilir. Selain aspek
teknis hal yang sangat penting dalam peningkatan daya saing lada adalah
perlunya kebijakan/strategi penguatan sistem agribisnis untuk peningkatan
kesejahteraan petani dengan menempuh cara: (1) mengembangkan lada melalui
perluasan areal pada lahan yang sesuai dengan menggunakan teknologi
rekomendasi, (2) mempertinggi daya saing lada melalui peningkatan
produktivitas, mutu hasil, dan diversifikasi produk dan (3) meningkatkan peran
kelembagaan mulai dari kelembagaan di tingkat petani sampai kelembagaan
pemasaran hasil yang berpihak kepada petani.
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan
1. Tanaman lada ( Piper Albin L) merupakan
rempah-rempah yang terpenting dan tertua di dunia. Tumbuhan lada adalah
tumbuhan merambat dan memiliki daun tunggal berbentuk bulat telur berwarna
hijau pucat dan buram dengan ujung runcing yang tersebar dengan batang yang
berbuku-buku. Bunga lada tersusun dalam bentuk bunga majemuk dan berkelamin
tunggal tanpa memiliki hiasan bunga. Sedangkan buah lada
berbentuk bulat dengan biji yang keras namun memiliki kulit buah yang
lunak.
2. Jenis-jenis
lada adalah lada hitam, lada putih, lada hijau, dan lada merah. Namun, yang
popular atau yang terkenal sampai kepasar internasional adalah jenis
lada putih dan lada hitam.
3. Manfaat lada sangat banyak. Manfaat
utama lada sebagai rempah-rempah yang popular di masyarakat karena memiliki
aroma yang khas dan tajam.Selain itu, di gunakan sebagai bahan obat-obatan,
minuman penghangat tubuh, dan juga di gunkan dalam bidang kosmetik sebagai
bahan pembuatan parfum.
4. Indonesia pernah menjadi pengekspor lada terbesar di
dunia. Namun, padatahun 2005 di geser oleh vietaam. Hal tersebut di karenakan
produktifitasdalam negri yang menurun. Maka dari itu pemerintah sangat
menganjurkan para petani lada untuk mengingkatkan kualitas serta kuantitas hasil
produksinya.
DAFTAR PUSTAKA
Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Lada.ISBN: 978-979-1415-37-8.
Dhalimi, A., M. Syakir, dan A.
Wahyudi. 1996. Pola tanam lada. Monograf TanamanLada.
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor. hlm. 76-79.
Mahmud, Z., S. Kemala, S. Damanik,
dan Y. Ferry. 2003. Profil komoditas lada.Pusat Penelitian dan Pengembangan
Perkebunan, Bogor
Rukmana, Rahmat (2003).Tanaman
Perkebunan: Usaha Tani Lada Perdu. Yogyakarta:Penerbit Kanisius. Hal 7
Susilowati,
S.H. Supriyati dan Sumedi. 2002. Review dan Outlook Komoditas
Perkebunan. Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian.
Badan Litbang Pertanian. Bogor.




Sangat bermanfaat, terima kasih atas infonya
BalasHapusBermanfaat banget, baru tahu saya manfaat lada selain bumbu masak, thx ya infonya
BalasHapushoho baru tau saya
BalasHapusYou are so brilliant...
BalasHapusGood
Sangat bermanfaat
BalasHapusMakasih
HapusTerima kasih atas blogger yang admin buat sangat informatif dan mengedukasikan buat para reeder yang ingin mengetahui manfaat dari lada .
BalasHapusHiyaaaaa..
HapusWaw banget. Makasih infonya
BalasHapusTidak bermanfaat sekali
BalasHapusOke gan, tunggu komen ku di blog mu
HapusTernyata lada banyak manfaatnya ya, apalagi untuk kesehatan
BalasHapusTerimakasih untuk infonya, sangat membantu
Luar bisa,biasa di luar
BalasHapusSukses terus tulang
BalasHapusSemoga blong nya bermanfaat
Bermanfaat 👍
BalasHapusTerima kasih gan,
BalasHapusSukses terus ,sangat bermanfaat blog nya.
Mantap, dan sangat membantu
BalasHapusUwa ne piro cuk, mantap aja lah yaa
BalasHapusMakasih bos kuuu,
HapusBermanfaat tulisan nya. Bisa juga dibudidayakan untuk potensi meningkatkan perekonomian. Pendalaman kajian untuk potensi lain kami tunggu bacaan selanjutnya. Gracias 👌
BalasHapusTerima kasih salam alumni.
Hapusinformasi sangat bermanfaat. untuk kedepannya tulisannya lebih di tingkatkan dan sumber referensinya kalau bisa di perbanyak dan hindari plagiasi. terima kasih.
BalasHapusTingkat kan copas nya
BalasHapusSangat bermanfaat sekali informasi yang bapak berikan
BalasHapusMakasih om
HapusMantap le, semoga blog nya bermanfaat bagi semua orang
BalasHapusIni blog mas martin dari kehutanan itu kan??? Wahh bagus sekali mas
BalasHapusLumayan la nambah referensi
BalasHapusSangat bermanfaat min. Terimakasih.
BalasHapusSangat bermanfaat boss
BalasHapusTapi tampilan blog nya kurang menarik
Terima kasih
Sangat membantu,diperbanyak lagi isi blognya yah
BalasHapusTerimakasih atas informasinya gan. Saya jadi terinspirasi untuk menjadi toke lada.
BalasHapusDari aku pun modalnya gan, kapan kita jalan kan usaha itu??
HapusWah nambah pengetahuan nih dan juga Tulisannya sangat menginspirasi makasih
BalasHapusSangat bermanfaat + menginspirasi
BalasHapusTerimakasih atas tulisannya, sangat membantu dan keren
BalasHapusSangat bermanfaat. Thx infonya gan :)
BalasHapusSangat membantu bg
BalasHapusBetul semua ini isinya gan? Saya tidak yakin
BalasHapusSama aja kau kayak imam. Isu sara
HapusMantuL
BalasHapusSangat membantu nih, tq.
BalasHapusDitunggu tulisan selanjutnya yang lebih mengedukasi..👍
BalasHapusSetelah saya baca lagi , sangat bermanfaat sekali
BalasHapusSetelah anda 2 kali komen yg terlalu mengkritisi akhir nya komen anda yg ke 3 kalinya ini membuat saya bahagia.
HapusBagus kali bg sangat membantu
HapusThanks informasinyaa
BalasHapusbagus, terima kasih informasinya :)
BalasHapusKeren banget sumpah!
BalasHapusThx info min
BalasHapusWow banget cuk
BalasHapusArtikelnya bagus
BalasHapusArtikelnya bagus
BalasHapusTerimakasih Infonya
BalasHapus